Training sudah berjalan 2 hari, dgn kesimpulan: masi banyak yg perlu dibenahi pd proses pencatatan di akunting. Sambil ngawal proses, iseng2 aku poto2 di showroom..
This blog contains the diary of Indra Afriza, the Poet of the Long Lost Hope. --- Blog ini berisi catatan hidup dari Indra Afriza, si Penyair dari Harapan yang Lama Hilang.
Senin, 16 November 2009
Jumat, 13 November 2009
Training Program Baru
Sehubungan dgn dibelinya prg akunting baru di PT.Hsi, maka aku ditugasi oleh manajemen agar menyiapkan sarana komputasi utk keperluan training user. 3 unit pc baru dibeli, tugasku adalah menghubungkannya ke dalam 1 LAN. Jadilah, selama beberapa hari ruang kerjaku berpindah ke showroom 2..
Senin, 09 November 2009
Minggu, 01 November 2009
Musibah Tiada Terduga
Yang namanya musibah, memang tak bisa diperkirakan kapan dan bagaimana akan terjadi. Bayangkan, karena perkara ringan seperti memindahkan motor, sebuah kecelakaan pun menimpaku: kuku kakiku terkelupas dari tempatnya.. Hadoohh!
Sabtu, 31 Oktober 2009
Serba Salah Sebuah Kebijakan
Seringkali aku dibuat bingung oleh tingkah-laku orang yang terlalu lihai berbasa-basi, dan pula takut, kerna tak pernah tahu kapan mereka akan menusuk dan mencabik; baik di belakang mau pun di depan mata.
Semenjak kebijakan untuk memblok beberapa jejaring sosial diberlakukan, orang-orang Marketing (sebagai serangga yang sudah terbelit dalam jejaring tersebut) kontan belingsatan dalam posisi seperapat menerima dan tiga-perapat mengutuk habis-habisan.
Kemarin salah seorang dari mereka, sebut saja namanya Wito, merajuk dengan melaporkan adanya ketidak adilan dalam proses bloking tersebut kerna salah seorang rekannya, yang kebetulan adik dari pengempu manajemen, ternyata masih bisa mengakses laman sosial yang paling terkenal dan kerna itu paling atas berada dalam daftar bloking. Sebagai orang IT, aku pun berangkat memeriksanya.
Ternyata rekan Marketing tersebut, sebut saja namanya Keket, menggunakan trik khusus untuk mengakali bloking di proxy yaitu dengan cara mengaksesnya melalui sebuah laman peretas di internet, sebut saja namanya sslunblock, gotcha!
Anehnya, setelah trik itu kuketahui dan kumasukkan dalam daftar bloking berikutnya, Wito justru merajuk lagi agar aku tidak bersegera melakukannya. Tentu aku tidak meladeni rajukannya itu, dan hasilnya: Wito marah besar dan memaki-maki aku di Ruang Marketing; menyebutku tidak setia kawan dan segala macam. Meski dia berusaha terlihat sedang bercanda tapi nada suara dan ekspresinya tak bisa berdusta. Dia marah besar. Sungguh membingungkan orang satu itu.
Alhamdulillah, emosiku tidak ikut terpancing. Aku tetap kalem-kalem sujiwo. Tapi suasana sudah terlanjur tidak enak dan garing jadinya.
Ah, serba salah..
Jumat, 30 Oktober 2009
Begadang untuk Pembaharuan

Mata lusuh dari aktifitas begadang seperti ini akan sering anda temui bila datang ke rumah saya selepas jam 1 dini hari. Yup, semalam aku begadang semalaman untuk mengupdate semua yang perlu diupdate pada netbook-ku. Untuk menjaga kestabilan OS Windows original yang terpasang (kebanggaan diri punya sesuatu yang sahih dan halal, hehe..)
Rasanya kegiatanku sebagai blogger akan mulai bersemi kembali. Bersama Live Writer dan Netbook tersayang, aku akan kembali menuangkan semua yang bisa dituangkan dalam berbagai bentuk.. yup, now it's the time for me to be a multimedia blogger!
wakwakwak..
Jumat, 23 Oktober 2009
Shadow and Lines
Di suatu pagi yg anyep. Melihat sepatu Ghandi teronggok di atas dinding semen. Aku coba mempelajari garis dan bayangan. Sambil bercanda dengan kesendirian yang akut.
Kamis, 15 Oktober 2009
Imagination 2: Joyful Child
Pagi ini aku seperti melihat seorang anak bermata belok dan hidung pesek, sedang menjulurkan lidahnya dgn ekspresi penuh kebahagiaan, tanpa peduli dgn dinding beku di kiri-kanannya. Dia tetap bahagia, bebas, dan penuh canda.
Apakah anda melihatnya juga?
Rabu, 14 Oktober 2009
Imagination 1: Toilet Monster
Dalam kesendirianku di toilet, hanya berteman asap rokok, imajinasiku mengembara. Pandanganku terantuk pada pintu yg catnya mulai mengelupas. Aku melihat ada sosok imajiner di situ. Monster berwajah kotak, dgn mata yg sprti nyala api & mulut prsegi panjang yg memancarkan caya terang.
Apakah kau melihatnya juga?
Selasa, 13 Oktober 2009
seattle sky. Evidence #5096
salah satu foto besutan temanku di Flickr. Aku suka cara dia menangkap awan sebagai latar belakang, di padu dengan simetrisasi garis kayu bandara, kursi, dilengkapkan dengan pengaturan gaya melangsai pada si model.. menghasilkan imaji pergerakan yang lembut dan menawan mata.
Minggu, 11 Oktober 2009
Multiprofiling On Web
Keuntungan punya banyak profil di web: tiap laman jejaring sosial punya kelebihan yg unik. Dgn Bebo, aku bs aplod foto langsung dari hp java murahku; dgn Flickr, aku bs aplod foto dan blog langsung ke 2 laman via hp.. Etc
Jumat, 18 September 2009
Last days of This year's Ramadhan
Selalu saja ada keadaan yang kupersalahkan. Situasi yang mencambuk dan membuat gundah tanpa pertulungan iman yang bertahan. Akhirnya mablass.. tak berketentuan. Gamang dalam gelombang rasa dan ego yang seperti tak berkesudahan.
Tak ngerti bersyukur, tak jua bersujud pada kesemestaan. Just because my small minded self thinks that I'm still bigger than life, hooaaaa..!!!
masih perlukah gelombang hubris semacam itu di usia 30-an.. oooh, please.
Mudah-mudahan lebih baik tahun depan, jika masih ada umur.. amienn.
Kamis, 17 September 2009
Mencoba Browser Baru
Contoh aplikasinya ya tulisan yang sedang anda baca ini. Ya, tulisan ini saya tulis dengan menggunakan editor blog milik Flock. Dengan ini kecenderungan untuk menggunakan Windows Live Writer jadi bisa dinihilkan. Satu kelemahan saya rasakan saat sedang menuliskan blog di Wordpress: kerna editornya tidak selengkap milik WP, maka fasilitas blockquote tidak bisa diterapkan, padahal itu adalah ciri khas blog saya di WP.
Selain itu, lumayan hebat. Saya juga sudah menginstall Flock di kompie rumah. Cukup berguna buat aktivis laman sosial seperti saya, hehehe..
Rabu, 19 Agustus 2009
Miwarangkeun Sarang
Keudeung deui dek Romadhon euy.. tapi asa meuni ti'iseun tahun ieu mah, nyaho kunaon.. jaba loba keneh nu can dibereskeun dina jero hate.. mudah-mudahan aya hidayah, amiieenn.
Tadi nyobian basa walanda, keur dikirimkeun ka baturan di Holland.. euleuh, asa hese geningan, hehehe.. semangat ah! meungpeung aya keneh waktos hirup.. semangaatt!
Selasa, 18 Agustus 2009
Multiply's Multiplying
Jumat, 10 April 2009
Ikam, Ikam… Hidup adalah Samudera Kemungkinan
“Jadilah bodoh… sebodoh Plato, Aristoteles, Abu Nawas, Ibnu Sinna… Kebodohan yang mengundang pengetahuan untuk mampir, seraya mengundang proses dialektika.. Sumpah, aku belum tahu apa-apa, tapi aku ingin sekali tahu.. Mari mampir…”
Sebenernya seneng sih, bila ada yang senantiasa mengingatkan kesalahan-kesalahan kita. Setiap kita hendak silap, dia datang, sekedar menegur atau memperingatkan. Seneng, seneng.. tapi semua hal ada tempatnya aku rasa. Bila sesuatu tidak ditempatkan pada tempatnya, maka jadinya malah mengganjal.
Misal:
- Nulis cerpen melalui Twitter; selain memang ga bisa; siapa juga yang mau baca tulisan panjang di tempat di mana semua orang ingin berpendek-pendek?
- Memakai bahasa baku di surat buat sohib; boleh saja, tapi jika si penerima surat terbiasa dengan bahasa yang mengalir, maka kebakuan itu justru akan menunda cairnya proses komunikasi…
Intinya:
Menaruh seseorang di posisi yang belum layak dia tempati, hanya akan membuat dia jadi hiasan janggal di ruang tamu tempat kita semestinya bisa berakrab-ria. Dan semua orang akan bertanya-tanya: “Kenapa dia ada di situ?”, “Apa waktu kecil dia kurang susu?”, “Kalo dia bisa mengalir, pasti dia tidak akan kanyut..”, dst, dsb..
Lagipula, seorang Hakim juga tidak akan memakai toga dan membawa palu saat diundang makan di Warung Tegal. Dan di sana orang tidak akan bertanya: “Apa kamu hapal KUHP pasal 17?” tanpa aba-aba. Hingga dia tidak perlu menunjukkan pada semua orang bahwa dia seorang Hakim, dan bisa membetulkan tataletak permasalahan secara Hukum; Kecuali bila memang diminta.
Jadi, tunggulah sampai kamu diminta, atau memang suasananya mengundang kamu untuk menunjukkan bahwa kamu hapal semua pasal KUHP sampai ke butir terkecilnya.
Sebelum itu, angkat gelasmu dan mari bincangkan semua hal sambil begadang, berbeda dan berbahagia.. dari mulai paham Komunis, sampai harga jengkol di Pasar Bogor.. tanpa ada yang harus bakar-bakar buku, apalagi sampai bikin bocor darah di kepala.
Setelah itu baru sadar, bahwa ternyata kita saudara jua..
Senin, 06 April 2009
Sebuah Penundaan Di Awal Hari
Apakah dampak terbaik dari penundaan? Tak lain dan tak bukan adalah satu hal ciameek bernama: Jeda. Istirah. Melepas lelah, penat, dan kemungkinan jadi sinting dalam waktu dekat. Demikianlah, hari ini aku pun melakukan sebuah penundaan.
Komputer Kim Nan Ju bermasalah, laptop dan desktopnya melulu gagal saat hendak mengambil e-mail. Bersama Paman Googy aku mempelajari cara-cara untuk memperbaiki hal yang sedemikian itu taela. Harusnya hari ini aku mengerjakan beberapa solusi untuk Mr. Kim yang terhormat, tapi apa lacur? Pagi-pagi datang ke kantor, orang Laborat sudah memberi bingkisan: 1 PC untuk dibikin rapih. Aku mendadak malas untuk ke ruang atas, mending perbaiki PC anak-anak Lab saja laah.. Biar Mr. Kim aku tunda saja dulu urusannya.
Tentu, kusadari, keputusan ini berdampak lumayan di esok hari.
Mr. Kim Nan Ju adalah pengambil keputusan nomor 2 di Haeng Nam. Macam-macam dengan dia sama saja mengundang SP bertebaran di depan muka. Tapi, aku malas, aku takut, atau apalah.. pokoknya aku memutuskan dengan sesadar-sadarnya untuk melakukan penundaan.
Sambil mendengar One Republic berteriak: “It’s too late to apologize..!!”
Selasa, 31 Maret 2009
Kangeeeeennnnn… dah lama ga nuliss!
Aku rindu halaman coklat ini..
Tempat di mana aku bisa bercerita apa saja dengan bebasnya. Sesuka hati dan jiwa. Hei, aku bisa memaki siapa saja di sini, bahkan menuangkan semua kekesalanku dengan berbagai cara.. hahah!
Dan saat aku gembira, lembar coklat ini menampung semua tawaku dan menyebarkannya ke seluruh dunia! wiiww..!
Hari ini, aku tiba-tiba merasa ketakutan. Takut akan sesuatu yang, sebenarnya, belum jelas wujudnya. Aku takut. Ya, aku takut. Takut sekali.. dan jangan tanya aku takut apa?! Karena ini hanya sebuah pengakuan rasa dari dalam diri, bahwa Indra Afriza juga mengenal bagaimana rasanya takut dan ketakutan..
Hidup senang betul bermain-main dengan perasaanku; sesaat diangkatnya aku ke udara, sekerjap kemudian: dia hempaskan aku dengan kencang ke tanah! Sampai remuk.. redam.
Pada satu kerjap aku merasa begitu bangga, di kerjap berikutnya aku merasa diri ini sebegitu rendah dan memalukan.. sampai tak berani menatap wajah-wajah di sekitar, bahkan wajah-wajah yang biasa dekat.. terasa begitu jauuhh, dan menatap dengan sembilu yang menghunjam!
Melankoli pun jadi jalan keluar.. wew, bersama Mew merajai udara sekitar. Aku suka kamu, Kehidupan. Meski dengan itu aku juga harus belajar menerima kamu, Kematian.
Dua sisi itu tak bisa terpisahkan.
Kapan ya aku bisa sebijak puisi Dylan Thomas? bisa dengan kalem mengucap mantra sakti: “And Death shall have no dominion..”
Rabu, 18 Februari 2009
Kepusingan Tahun Ini
wuuuuusssshhhhhh…. angin mengelap dahiku yang keringatan terus akhir-akhir ini. Tumpukan pekerjaan menyerbu dari berbagai penjuru, sampai aku aku harus menggantung beberapa.
Masih ingat dengan harddisk SCSI yang aku ceriterakan dulu? Di mana untuk instalasinya saja aku harus ngubek-ngubek jagad maya untuk mencari manual dan membaca pengalaman dari mereka yang sudah berpengalaman. Belum genap 1 tahun usianya, dia sudah hang, tidak terdeteksi lagi keberadaannnya oleh kompie Server. Coba, bayangkan ituh???
Jujur, kerusakan PC mana saja gak ada yang membuatku gentar. Tapi kalau sudah berhubungan dengan Server.. Keringat dingin sebesar butiran pop-corn mulai menghiasi jidatku yang mulai jenong-jenong gimana gituh.. Bukan apa-apa, masalahnya hajat orang banyak ada di situ! Catatan akuntansi dan personalia dari ribuan karyawan Haengnam ada di situ!
Dan kini, Harddisk penampung data-data itu malah mbledosss tak tentu arah kepastiannya… Cuuuuuuuuukkkkkh..!
Kamis, 05 Februari 2009
Tahan Mulut, Awas Pingsan..
Satu lagi pelajaran melodrama khusus untuk para lelaki yang masih bujangan.
* Kala wanita bicara kepadamu, dengarkanlah. Bila kau sedang tak ingin mendengar, lekas pergilah. Jangan memaksakan untuk bertahan, jika tak ingin di dadamu ada pertunjukan musik cadas hingar-bingar. Kecuali bila kalian senang makan hati campur sambal.
* Dengarlah, dengarkan saja. Tahan komentar. Tetap diam.. yaaa, tahann.. teruslah diam dan mendengar dengan konsentrasi penuh. Sampai akhirnya, si dia merengut manja dan berkata: “Kasih saran duoonggh.. ko diem aja sih?”
* Komentari dengan wicaksono. Beri komentar sekadarnya saja, tak usah terlalu njlimet, karena si dia sebenarnya hanya menguji saja: apakah pasangannya beneran mendengarkan atau tertidur dengan mata terbuka.
Kemudian: Jujurlah pada diri sendiri. Tanya: penting gak sih? Jika jawabannya adalah ‘tidak’, segera pergi cari pinjaman di Bank dan mulailah berwirausaha. Isi hidupmu dengan kegiatan yang lebih bernilai dan berharga ketimbang mesti jadi pendengar setia. Apalagi bila yang mesti didengar adalah kisah sendu soal mantan yang sudah cabut entah kemana, meninggalkan kamu sebagai seorang penghibur tanpa kejelasan –setelah itu ujung-ujungnya ditinggalkan pula!
Jijik.
Rabu, 04 Februari 2009
Over Sensitivity
Cukup ribet memang kalo mesti berurusan dengan orang yang terlalu sensitif tanpa reservasi. Tanpa pikir panjang, hanya memakai perasaan. Serba salah. Ada saja ucapan atau tindakan yang ditangkap secara berbeda olehnya. Maksudku begini, ditangkapnya begitu; atau bahkan, ketika aku tidak bermaksud apa-apa, justru diartikan olehnya sebagai ada apa-apanya. busettt dah!
Kembali ke Haengnam: sekali lagi Roni membuat ribet dengan keluhannya atas program Noritake. Kemarin hari masalahnya adalah dengan database utama dari program, masih bisa kuatasi dengan. Tapi sekarang, dia ngotot bahwa programnyalah yang error.. mau gak mau aku harus menenggelamkan diri dalam lautan source-code Delphi yang cukup keriting. Lebih keriting dari mie-nya si Bejo. pusiiiing dah~!
Sore ini aku menulis jurnal dengan diiringi suara sublim Carl Ginsberg membacakan puisinya: America dan Howl.. suasana yang tercipta keren sekali, pikiran melayang kemana-mana.. Udara klasik bercampur dengan kletak-kletuk kibud jaman kiwari.. mendadak jadi terbayang pada Chairil Anwar saat dia mennerjemahkan puisi dari T.S. Eliot. Adakah dia merasakan sama seperti yang kurasakan.. sore ini? --Apa hubungannya ya?
Jumat, 16 Januari 2009
Hujan Dingin dan Overture Kecil
Ah, dinginnya.. hujan turun putus-nyambung seperti lagu..
Baru selesai omong-omong dengan orenjuss soal bikin logo untuk alamat lamanku. Caranya sederhana, tapi hasilnya lumayan juga; afrizawebs sekarang punya ikon di tabulasi alamat setiap kali di akses dengan perambah. Terima kasih, orenjuss..
Ibu-ibu akunting jadi sering manggil aku, ternyata banyak kerusakan PC yang menanti untuk diperbaiki di sana. Seram sekali. Seperti mengunjungi belantara Amazon dan bertemu dengan para wanita yang siap menelanjangimu untuk dipersembahkan kepada dewanya: dilanjut dengan pesta orgy semalam suntuk.. iiihh, seram betul sih!
Stanley jadi paranoid kini. Setiap kali kompie-nya bermasalah dia langsung panik. Tadi dia telepon ke HP waktu aku di mesjid mau sholat Jum’at. Akun ACC01 di blok, dia tidak bisa masuk. Gara-garanya dimulai saat dia beralih ke IP-1 untuk mengakses internet, lalu sistem-nya mendadak hang. Selidik punya selidik, ternyata ini ada hubungannya dengan koneksi CBN yang pedot-pedot setiap musim hujan tiba. Saat dia beralih ke IP-1, kebetulan koneksi CBN sedang pedot, mak jadilah.. dia terlempar dari domain dan dilarang untuk masuk kembali.. tragis.
Untuk memperbaikinya aku terpaksa mengganti akun ACC01 berikut dengan password baru. Notes: semua itu harus dilakukan dengan login sebagai Admin, merubah ke IP-0, mendaftarkan akun domain, lalu restart. Voilla!
Senin, 12 Januari 2009
Bulan Sastra Afriza
pap-pap-pap-paaap-pap..
I hope this
much is
True..
Alhamdulillah, aku masih tetap bertahan dalam Puisi; Tidak menyerah dalam Prosa; Pula terus belajar dalam Essei. Sehingga hari ini aku bisa bersyukur sangat, sangat bersyukur.. bahwa akhirnya.. gerbang itu mulai terbuka juga.. walau masih samar.. keriat-keriutnya sudah mulai terdengar.. membuat jiwa ini kembali bugar.
Back to rutinity: Komputer Devi Darlis ancur. Harddisknya mati total. Sementara datanya belum dibackUp. Nangis darah dia di ruang I.T. tapi, mau gimana lagi? selain berharap bahwa data-datanya masih ada yang bisa dipancing keluar.. mudah-mudahan.
Doakan aku yaaa, girls?!
Kamis, 08 Januari 2009
Leganya Ini Hari..
Hari ini rasanya pikiran terasa lega, hati pun jadi legawa, dan mulut pun berghumam: taelaaa..
Masalah software payroll sudah kubereskan tadi, barengan sama Lucy (dia cukup membantu dengan kepanikannya yang cupu).. Alhamdulillah, masalahnya bisa dikotak-katik di database Firebird dan bukan di programnya langsung. Ngoprek source-code senjlimet itu? fhew, makasih dah!
Gaji pun mengalami kenaikan, alhamdulillah.. lagi. Semoga kelegaan ini bisa bertahan lama sampe anak-cucu. Amiin..
Si Marsya sombong banget, ga pernah njawab kalo aku tegor.. mentang2 udah dapet gebetan baru. Ohiya, buat yang belum tahu: si Marsya ini temen chatting-ku di YM, dulu dia sempat merasa bahwa dunia telah kiamat gara2 putus cinta. Warna hitam pun menghiasi halaman FS-nya. Eeeehh, sekarang dia udah merasa bahwa hidup ini perlu dijalani sekitar 1000 tahun lagi.. semua karena pemahaman dangkalan atas cinta. Dia pasti sedang merasa lega juga ini hari, isi PM-nya menunjukkan itu.. fhew, balada cinta puppy.. hehehehe..
Leganya, aku selalu merasa lega saat orang2 di sekitarku juga sedang merasa kelapangan yang melegakan. Ayo mari, kita melegakan tubuh, jiwa, dan pikiran bersama-sama?