Seringkali aku dibuat bingung oleh tingkah-laku orang yang terlalu lihai berbasa-basi, dan pula takut, kerna tak pernah tahu kapan mereka akan menusuk dan mencabik; baik di belakang mau pun di depan mata.
Semenjak kebijakan untuk memblok beberapa jejaring sosial diberlakukan, orang-orang Marketing (sebagai serangga yang sudah terbelit dalam jejaring tersebut) kontan belingsatan dalam posisi seperapat menerima dan tiga-perapat mengutuk habis-habisan.
Kemarin salah seorang dari mereka, sebut saja namanya Wito, merajuk dengan melaporkan adanya ketidak adilan dalam proses bloking tersebut kerna salah seorang rekannya, yang kebetulan adik dari pengempu manajemen, ternyata masih bisa mengakses laman sosial yang paling terkenal dan kerna itu paling atas berada dalam daftar bloking. Sebagai orang IT, aku pun berangkat memeriksanya.
Ternyata rekan Marketing tersebut, sebut saja namanya Keket, menggunakan trik khusus untuk mengakali bloking di proxy yaitu dengan cara mengaksesnya melalui sebuah laman peretas di internet, sebut saja namanya sslunblock, gotcha!
Anehnya, setelah trik itu kuketahui dan kumasukkan dalam daftar bloking berikutnya, Wito justru merajuk lagi agar aku tidak bersegera melakukannya. Tentu aku tidak meladeni rajukannya itu, dan hasilnya: Wito marah besar dan memaki-maki aku di Ruang Marketing; menyebutku tidak setia kawan dan segala macam. Meski dia berusaha terlihat sedang bercanda tapi nada suara dan ekspresinya tak bisa berdusta. Dia marah besar. Sungguh membingungkan orang satu itu.
Alhamdulillah, emosiku tidak ikut terpancing. Aku tetap kalem-kalem sujiwo. Tapi suasana sudah terlanjur tidak enak dan garing jadinya.
Ah, serba salah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar