Satu lagi pelajaran melodrama khusus untuk para lelaki yang masih bujangan.
* Kala wanita bicara kepadamu, dengarkanlah. Bila kau sedang tak ingin mendengar, lekas pergilah. Jangan memaksakan untuk bertahan, jika tak ingin di dadamu ada pertunjukan musik cadas hingar-bingar. Kecuali bila kalian senang makan hati campur sambal.
* Dengarlah, dengarkan saja. Tahan komentar. Tetap diam.. yaaa, tahann.. teruslah diam dan mendengar dengan konsentrasi penuh. Sampai akhirnya, si dia merengut manja dan berkata: “Kasih saran duoonggh.. ko diem aja sih?”
* Komentari dengan wicaksono. Beri komentar sekadarnya saja, tak usah terlalu njlimet, karena si dia sebenarnya hanya menguji saja: apakah pasangannya beneran mendengarkan atau tertidur dengan mata terbuka.
Kemudian: Jujurlah pada diri sendiri. Tanya: penting gak sih? Jika jawabannya adalah ‘tidak’, segera pergi cari pinjaman di Bank dan mulailah berwirausaha. Isi hidupmu dengan kegiatan yang lebih bernilai dan berharga ketimbang mesti jadi pendengar setia. Apalagi bila yang mesti didengar adalah kisah sendu soal mantan yang sudah cabut entah kemana, meninggalkan kamu sebagai seorang penghibur tanpa kejelasan –setelah itu ujung-ujungnya ditinggalkan pula!
Jijik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar