Cukup ribet memang kalo mesti berurusan dengan orang yang terlalu sensitif tanpa reservasi. Tanpa pikir panjang, hanya memakai perasaan. Serba salah. Ada saja ucapan atau tindakan yang ditangkap secara berbeda olehnya. Maksudku begini, ditangkapnya begitu; atau bahkan, ketika aku tidak bermaksud apa-apa, justru diartikan olehnya sebagai ada apa-apanya. busettt dah!
Kembali ke Haengnam: sekali lagi Roni membuat ribet dengan keluhannya atas program Noritake. Kemarin hari masalahnya adalah dengan database utama dari program, masih bisa kuatasi dengan. Tapi sekarang, dia ngotot bahwa programnyalah yang error.. mau gak mau aku harus menenggelamkan diri dalam lautan source-code Delphi yang cukup keriting. Lebih keriting dari mie-nya si Bejo. pusiiiing dah~!
Sore ini aku menulis jurnal dengan diiringi suara sublim Carl Ginsberg membacakan puisinya: America dan Howl.. suasana yang tercipta keren sekali, pikiran melayang kemana-mana.. Udara klasik bercampur dengan kletak-kletuk kibud jaman kiwari.. mendadak jadi terbayang pada Chairil Anwar saat dia mennerjemahkan puisi dari T.S. Eliot. Adakah dia merasakan sama seperti yang kurasakan.. sore ini? --Apa hubungannya ya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar