Aku rindu halaman coklat ini..
Tempat di mana aku bisa bercerita apa saja dengan bebasnya. Sesuka hati dan jiwa. Hei, aku bisa memaki siapa saja di sini, bahkan menuangkan semua kekesalanku dengan berbagai cara.. hahah!
Dan saat aku gembira, lembar coklat ini menampung semua tawaku dan menyebarkannya ke seluruh dunia! wiiww..!
Hari ini, aku tiba-tiba merasa ketakutan. Takut akan sesuatu yang, sebenarnya, belum jelas wujudnya. Aku takut. Ya, aku takut. Takut sekali.. dan jangan tanya aku takut apa?! Karena ini hanya sebuah pengakuan rasa dari dalam diri, bahwa Indra Afriza juga mengenal bagaimana rasanya takut dan ketakutan..
Hidup senang betul bermain-main dengan perasaanku; sesaat diangkatnya aku ke udara, sekerjap kemudian: dia hempaskan aku dengan kencang ke tanah! Sampai remuk.. redam.
Pada satu kerjap aku merasa begitu bangga, di kerjap berikutnya aku merasa diri ini sebegitu rendah dan memalukan.. sampai tak berani menatap wajah-wajah di sekitar, bahkan wajah-wajah yang biasa dekat.. terasa begitu jauuhh, dan menatap dengan sembilu yang menghunjam!
Melankoli pun jadi jalan keluar.. wew, bersama Mew merajai udara sekitar. Aku suka kamu, Kehidupan. Meski dengan itu aku juga harus belajar menerima kamu, Kematian.
Dua sisi itu tak bisa terpisahkan.
Kapan ya aku bisa sebijak puisi Dylan Thomas? bisa dengan kalem mengucap mantra sakti: “And Death shall have no dominion..”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar