Rabu, 18 Februari 2009

Kepusingan Tahun Ini

wuuuuusssshhhhhh…. angin mengelap dahiku yang keringatan terus akhir-akhir ini. Tumpukan pekerjaan menyerbu dari berbagai penjuru, sampai aku aku harus menggantung beberapa.

Masih ingat dengan harddisk SCSI yang aku ceriterakan dulu? Di mana untuk instalasinya saja aku harus ngubek-ngubek jagad maya untuk mencari manual dan membaca pengalaman dari mereka yang sudah berpengalaman. Belum genap 1 tahun usianya, dia sudah hang, tidak terdeteksi lagi keberadaannnya oleh kompie Server. Coba, bayangkan ituh???

Jujur, kerusakan PC mana saja gak ada yang membuatku gentar. Tapi kalau sudah berhubungan dengan Server.. Keringat dingin sebesar butiran pop-corn mulai menghiasi jidatku yang mulai jenong-jenong gimana gituh.. Bukan apa-apa, masalahnya hajat orang banyak ada di situ! Catatan akuntansi dan personalia dari ribuan karyawan Haengnam ada di situ!

Dan kini, Harddisk penampung data-data itu malah mbledosss tak tentu arah kepastiannya… Cuuuuuuuuukkkkkh..!

Kamis, 05 Februari 2009

Tahan Mulut, Awas Pingsan..

Satu lagi pelajaran melodrama khusus untuk para lelaki yang masih bujangan.

* Kala wanita bicara kepadamu, dengarkanlah. Bila kau sedang tak ingin mendengar, lekas pergilah. Jangan memaksakan untuk bertahan, jika tak ingin di dadamu ada pertunjukan musik cadas hingar-bingar. Kecuali bila kalian senang makan hati campur sambal.

* Dengarlah, dengarkan saja. Tahan komentar. Tetap diam.. yaaa, tahann.. teruslah diam dan mendengar dengan konsentrasi penuh. Sampai akhirnya, si dia merengut manja dan berkata: “Kasih saran duoonggh.. ko diem aja sih?”

* Komentari dengan wicaksono. Beri komentar sekadarnya saja, tak usah terlalu njlimet, karena si dia sebenarnya hanya menguji saja: apakah pasangannya beneran mendengarkan atau tertidur dengan mata terbuka.

Kemudian: Jujurlah pada diri sendiri. Tanya: penting gak sih? Jika jawabannya adalah ‘tidak’, segera pergi cari pinjaman di Bank dan mulailah berwirausaha. Isi hidupmu dengan kegiatan yang lebih bernilai dan berharga ketimbang mesti jadi pendengar setia. Apalagi bila yang mesti didengar adalah kisah sendu soal mantan yang sudah cabut entah kemana, meninggalkan kamu sebagai seorang penghibur tanpa kejelasan –setelah itu ujung-ujungnya ditinggalkan pula!

Jijik.

Rabu, 04 Februari 2009

Over Sensitivity

Cukup ribet memang kalo mesti berurusan dengan orang yang terlalu sensitif tanpa reservasi. Tanpa pikir panjang, hanya memakai perasaan. Serba salah. Ada saja ucapan atau tindakan yang ditangkap secara berbeda olehnya. Maksudku begini, ditangkapnya begitu; atau bahkan, ketika aku tidak bermaksud apa-apa, justru diartikan olehnya sebagai ada apa-apanya. busettt dah!

Kembali ke Haengnam: sekali lagi Roni membuat ribet dengan keluhannya atas program Noritake. Kemarin hari masalahnya adalah dengan database utama dari program, masih bisa kuatasi dengan. Tapi sekarang, dia ngotot bahwa programnyalah yang error.. mau gak mau aku harus menenggelamkan diri dalam lautan source-code Delphi yang cukup keriting. Lebih keriting dari mie-nya si Bejo. pusiiiing dah~!

Sore ini aku menulis jurnal dengan diiringi suara sublim Carl Ginsberg membacakan puisinya: America dan Howl.. suasana yang tercipta keren sekali, pikiran melayang kemana-mana.. Udara klasik bercampur dengan kletak-kletuk kibud jaman kiwari.. mendadak jadi terbayang pada Chairil Anwar saat dia mennerjemahkan puisi dari T.S. Eliot. Adakah dia merasakan sama seperti yang kurasakan.. sore ini? --Apa hubungannya ya?