Selasa, 06 Mei 2008

Warisan Darah Perawan (Aiih..)


Ada seorang wanita yang diperawani oleh 'cinta'-nya. Lalu jadi lengket seperti prangko. Nunut manut tanpa daya. Seperti kehilangan pilihan. Ini bukan kesetiaan, ini ketakutan. Merasa diri tak berharga lagi, jadi tak mau ditinggalkan. Jadi mau saja dibiarkan menanti selama 8 tahun tanpa kejelasan.

Keperawanan yang hilang; haruskah menurunkan kehilangan-kehilangan lainnya? Kehilangan nilai diri, hilang pilihan, mati daya dan kemauan untuk mengembangkan pula membebaskan diri dalam kemerdekaan semesta.

Ah, kenapa jadi usil amat ya?

Tidak ada komentar: