Minggu, 11 Mei 2008

To My Loving Stainles Steell

Baja, sekali lagi aku menghaturkan beribu permintaan maaf kepadamu. Begitu seringnya perasaanmu dirajam lelatu, racauan dari egoku yang dungu. Ya, kepala kecilku yang dungu. Aku memang bukan lelaki yang suka menyakiti secara fisik; tapi di ranah psikologis, Afriza tak jauh beda dengan Der Fuhrer. Sekali lagi, maafkan daku.

Dan terima kasih, terima kasih atas ketulusan cinta dan kasihmu.
Baja, bersabar ya? Setiap hari aku terus mencoba untuk memahat diriku. Agar menjadi seseorang yang lebih baik untukmu, dan Altahalli tentu.

Tidak ada komentar: