Rabu, 28 Mei 2008

Alhamdulillah..

Ternyata W32:Licum hanya aktif dan mengganas pada waktu-waktu tertentu. Hari ini aku sudah bisa posting langsung lewat blogger.
Kemarin Ibu Lusi dari Haeng-Nam menelepon dan memintaku untuk datang lagi ke kantor Sabtu besok. Ada apa ya?

Apa pun, alhamdulillah.

Senin, 26 Mei 2008

The Wrath of W32

Setelah membuat semua program di komputerku tak bisa diuninstall, kini W32 menyebarkan teror baru yang lebih mengerikan! ......jeng-jeng-jeng!
....jeng-jeng-jeng!....... Aku tak bisa membuka Blogger untuk posting!
Luar biasa! Kini aku harus membuka Outlook hanya untuk posting blog.
Sungguh merepotkan, atau... ummh.. semua ini punya hikmah? Tentu bukan, karena semua ini punya Afriza!
Kru! Kru! Kru!
 

Rabu, 21 Mei 2008

Adikku di Perantauan

Surya, adikku, mendapat kerja sebagai marketing di BPR Parung Panjang. Dia mengontrak di sana. Jadi anak kost. Kemarin Minggu dia pulang, hapang-hoepang seperti biasa, kami nonton final Uber Cup sekeluarga.
Sebelum pulang dia sempat memintaku untuk mencarikan buku-buku tentang Bank. Kuberikan diktat Gunadarma mengenai manajemen Bank Umum. Dia senang, yah, dia senang bisa belajar sesuatu yang baru. Ah, anggota Klan Makmur memang para penuntut ilmu sejati (taelaa..)
Semoga dia betah dan bisa bermanfaat untuk masa depan nusa, bangsa, dan agama. Amiiieennn.

Minggu, 18 Mei 2008

Aku Menulis Lagi, Bajaku

Setelah vakuum menulis fiksi selama beberapa waktu, diakibatkan oleh satu dan lain hal. Kemarin Bajaku menyarankan padaku untuk mulai menulis lagi.
Baja, hari ini aku mulai menulis sebuah cerpen. Doakan ya? semoga aku tidak terbawa pada mood-swing dan penyakit malas.
Danke..

Rabu, 14 Mei 2008

Tubuhku Lara, Dunia

Ouch, sekujur tubuhku terasa linu.. Kemarin aku izin pulang awal dari kantor, 14.30. Ouch, tulang-belulang terasa kopong.. apakah karena terlalu banyak kopi dan teh -seperti dikatakan dalam radio?
Ouch, tubuhku menua dan memuai..
Entah sampai kapan bertahan.

Selasa, 13 Mei 2008

Hari yang Kacau dan Sepotong Miyabi

Fuuuh..! Sungguh hari yang kacau-balau di kantor. Komputer tiba-tiba ngadat tanpa ujung-pangkal; Koneksi Spidih tiba-tiba pedot sonder kejelasan; dan aku baru bisa mengisi ulang baterai HP saat jam pulang tinggal 20 menit lagi..

Fuuh, satu-satunya hiburan cuma Miyabi. Sepotong kue Jepang nan ciamik -enaknya sih ga seberapa tapi.. guurrihhnya itu lho..! Hapang-hopeang-japang..!

Minggu, 11 Mei 2008

To My Loving Stainles Steell

Baja, sekali lagi aku menghaturkan beribu permintaan maaf kepadamu. Begitu seringnya perasaanmu dirajam lelatu, racauan dari egoku yang dungu. Ya, kepala kecilku yang dungu. Aku memang bukan lelaki yang suka menyakiti secara fisik; tapi di ranah psikologis, Afriza tak jauh beda dengan Der Fuhrer. Sekali lagi, maafkan daku.

Dan terima kasih, terima kasih atas ketulusan cinta dan kasihmu.
Baja, bersabar ya? Setiap hari aku terus mencoba untuk memahat diriku. Agar menjadi seseorang yang lebih baik untukmu, dan Altahalli tentu.

Kamis, 08 Mei 2008

My Dearest Altahalli..

Maafkan aku yang kemarin pulang larut malam, kerana menunggu teman pulang dari seminar. Kenapa aku harus menunggunya? Karena aku hendak menumpang mobilnya, nak. Kenapa? Karena lebih murah dan nyaman. Bukankah aku sedang menabung untuk masa depanmu? Jadi kita harus berhemat dari segala sisi yang mungkin. Bukan begitu, bukan?
Aku sempat menunggu lama di Tomang. Lelah dan berdebu. Namun semuanya terbayar saat aku dapat kembali melihat wajahmu yang cantik dan tingkahmu yang lucu.

Satu janji: Segala doa, karya dan usahaku... untukmu, selalu.

PS: Salam sayang buat mamimu.

Selasa, 06 Mei 2008

Warisan Darah Perawan (Aiih..)


Ada seorang wanita yang diperawani oleh 'cinta'-nya. Lalu jadi lengket seperti prangko. Nunut manut tanpa daya. Seperti kehilangan pilihan. Ini bukan kesetiaan, ini ketakutan. Merasa diri tak berharga lagi, jadi tak mau ditinggalkan. Jadi mau saja dibiarkan menanti selama 8 tahun tanpa kejelasan.

Keperawanan yang hilang; haruskah menurunkan kehilangan-kehilangan lainnya? Kehilangan nilai diri, hilang pilihan, mati daya dan kemauan untuk mengembangkan pula membebaskan diri dalam kemerdekaan semesta.

Ah, kenapa jadi usil amat ya?

Senin, 05 Mei 2008

WARTEG, Hari ini

Seorang pelayan Warteg, sahabatku, Hsanah namanya. Dimarahi oleh pembeli karena lambat melayani. Kesihan.. Padahal dia adalah seorang perempuan Tegal yang tangguh. Punya jiwa kepemimpinan dan gemar membaca puisi (terutama puisi Afriza, taelaa..). Tak urung mukanya memerah juga, mungkin menahan sesak, lantas merunduk.. Seperti pohon tauge di musim penghujan.

Tadi naik mobil Pak Asep. Omong iseng: tampang si Asep rada mirip Johny Depp, bila kita melihat dalam keadaan trance parah; tapi dingin-dinginnya sih, memang mirip-mirip. Sedingin AC di mobilnya, cussshh..

Minggu, 04 Mei 2008

Good Morrow, Angels

Aku adalah tokoh antagonis untuk para Angels. Karena aku tak mau memeperlakukan mereka secara tradisional; e.g: memberi jalan, berkata manis, menjajani and all..
Lalu mereka membenci, karena aku adalah anomali, pembeda, beda dari pemikiran 'normal' mereka.

Aku adalah Aku, Angels, terima kasih atas permusuhan kalian padaku.

Kamis, 01 Mei 2008

Altahalli's Heat

Tadi malam suhu tubuh Alta meninggi. Aku jadi ikut demam panas. Memeluknya, mengipasinya, mendoakannya.. Semoga cepat sembuh darahku, jantungku, jiwaku..

Aku belajar lagi dari Jimmo. Tentang libido. Bagaimana kita mengenali dan mensyukuri segenap tubuh kita, dan merahmatinya dengan penerimaan yang membebaskan. Lalu mengalir, berseluncur, tanpa keraguan.

Jimmo.. you are well.