
Akhirnya panggilan dari Haeng Nam datang juga. Sabtu kemarin, aku ke sana. Di wawancarai oleh dua orang wanita; Ibu Etnika dan Ibu Lusi. Ibu Etnika menanyakan apakah aku bisa memainkan lagu yang rumit di atas piano, sementara Ibu Lusi justru memintaku membuat lagu baru dari nol. Ibu Etnika tampak ramah, lembut, dan menebar hawa kematian. Ibu Lusi membuatku agak 'berapi-api' penuh semangat -mungkin karena kami sama-sama berambut keriting. Aku melayani mereka berdua dengan baik; Selamat menikmati, semoga puas.
PESAN BUAT IBU ETNIKA: Kalau soal memainkan lagu, lagu serumit apa pun bu, bisa saya mainkan dengan mata tertutup dan tangan menggaruk sela..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar