Ada fasilitas forum di FP. Tadi aku coba-coba posting ke sana. Meracau soal.. Ah, igauan seorang Melankolie. Aku pikir postingku ga bakal diperhatiin, dari sekian banyak posting di sana. Mereka pasti menjawab postingan dari teman2 mereka saja. Eeeeh.. ternyata. Beberapa orang mampir juga. Jadi malu. kalo tahu gitu, mending aku posting sesuatu yang agak rapih sedikit. Yah, semoga saja postinganku itu ga bertahan lama dipajang di sana. Soalnya ada fasilitas hapus otomatis, kalo ga salah. Bisa aja sih, aku delete sendiri. tapi, setiap kata adalah sesuatu yang berharga buat para penyair (taelaaa...) apa pun resikonya: dilarang menelan ludah yang sudah keluar. Jijik. Pesan moral: kalo mo curhat, ya, yang aman-aman saja laaah... Ini internet bung!
Oh ya, hari ini Ibu Lucy sudah masuk kerja lagi. Dia berhasil lolos dari terkaman penyakit DB. Selamat. Lagipula kalo dia ga ada, agak repot juga mengurus database payroll. Bisa2 ga gajian nanti. Ting-bating, amit-amit.
Entah kenapa, sore ini aku merasa hangat dalam ruang I.T. Biar kata penyejuk udara disetel dengan pol-pollan. Mungkin karena habis sholat (doooo...) jadi raga dan jiwa terasa.. suejuuk gitu loh!
Eh, anak bandung yang kemarin datang lagi. Tadinya aku mo nulis cerita biru dia, tak tahunya cerita biru dia itu coma soal putus hubungan dengan bokin. Wah, basi itu! Apa dia gak tahu kalo di Rwanda sana, anak-anak mesti melihat orangtuanya mati di depan mata mereka? Itu baru perpisahan yang mengharu-biru. Tragis.
Kalo soal putus ama bokin sih, dijual ke majalah Bobo juga udah gak laku lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar