Minggu, 27 Januari 2008

Nadhifa, I'm Sorry

Tadi Pagi, Nadhifa terbentur kepalanya di dinding kamar sewaktu bersiap untuk meminum susu yang kusiapkan. Dia punya kebiasaan untuk siaga berbaring saat menerima botol susunya, langsung lompat! Lalu kepalanya terbentur.. Aku langsung lemas, saat mendengar suara benturan yang cukup keras.. dia menangis kencang. Aku peluk dia.. Nadhifa, semoga kepalamu tidak kenapa-kenapa ya? Duh, Gusti Allah, lindungilah kesehatannya, amiin.

Ohiya, tadi pagi sewaktu berangkat ke kantor aku turut melepas kepergian Pak Harto. Semua mobil di jalan tol menepi, dan semua menyaksikan iring-iringan mobil duka menuju bandara Halim Perdanakusumah.

Tidak ada komentar: